登录以查看您的控制台资源

新闻通稿 SEO营销 媒体监测

联系我们

Saat Orangtua Ikut Bernostalgia lewat Pedagang Mainan Keliling

发布:5/6/2026 阅读:2

DEPOK, iDoPress - Suara peluit melengking pelan terdengar dari trotoar depan Stasiun Depok Baru, Selasa (5/5/2026) siang.

Bunyinya samar, tetapi cukup membuat beberapa orang menoleh, seolah membangkitkan memori lama di tengah riuh kendaraan dan langkah penumpang yang berkejaran mengejar kereta.

Di antara lalu-lalang pekerja kantoran, pedagang gorengan, dan pengemudi ojek online, seorang pria berkaus lusuh mendorong gerobak kecil berisi mainan anak.

Di atas gerobak itu berjejer pistol gelembung sabun, slime, gantungan tas, balon karakter, hingga kipas LED kecil yang berkelap-kelip.

Bagi sebagian anak, gerobak itu sekadar tempat membeli hiburan murah sepulang sekolah atau sebelum pulang ke rumah. Namun bagi sebagian orang dewasa, benda-benda tersebut memantik sesuatu yang lebih dalam yakni nostalgia masa kecil.

Di sudut trotoar, seorang ibu muda menggenggam tangan anaknya yang terus menatap pistol gelembung sabun.

Tak jauh dari sana, seorang pria paruh baya yang baru turun dari kereta berhenti sejenak menatap mainan putar kecil sambil tersenyum tipis.

Pedagang mainan keliling rupanya tidak sekadar menjual barang.

Mereka juga menjual pengalaman dan ingatan masa kecil yang perlahan menghilang dari kota yang bergerak semakin cepat.

Nostalgia Masa Kecil

Di kawasan Stasiun Depok Baru, Rizka (34) baru saja membeli pistol gelembung sabun dan balon kecil untuk anak laki-lakinya yang berusia lima tahun.

Anaknya menggenggam mainan itu erat-erat, seolah takut diambil kembali.

Menurut Rizka, keputusan membeli mainan dari pedagang keliling sering terjadi secara spontan. Namun, ada alasan personal di balik kebiasaan itu.

Ia mengaku suara peluit pedagang mainan langsung membawanya pada kenangan masa kecil.

“Dulu kalau dengar suara peluit pedagang mainan, saya langsung lari keluar rumah. Sekarang anak saya begitu, saya kebawa memori,” kata Rizka saat ditemui iDoPress di sekitar trotoar Stasiun Depok Baru.

Rizka mengatakan, anak-anak masa kini memang berbeda. Mereka lebih cepat bosan dan mudah kembali ke layar ponsel atau video di YouTube.

Meski begitu, ia merasa anak tetap perlu bermain dengan mainan fisik agar memiliki pengalaman bermain yang nyata.

“Anak sekarang cepat bosan, baru main sebentar habis itu balik minta YouTube lagi. Tapi saya tetap beli kadang biar dia pegang mainan fisik, nggak layar terus,” ujar dia.

Bagi Rizka, membeli mainan dari pedagang keliling juga seperti menghadirkan kembali suasana kampung masa kecil yang kini semakin jarang ditemukan di perkotaan.

Remaja Ikut Tren

Tidak hanya orangtua, remaja juga masih menjadi pelanggan pedagang kaki lima, meski barang yang dicari berbeda.

Di Margonda Raya, seorang siswi SMP bernama Keysha Amanda (14) baru saja membeli gantungan tas karakter dan strap kecil untuk tas sekolahnya.

“Aku beli gantungan tas karena lagi tren, biar tas sekolah nggak polos,” kata Keysha.

Menurut dia, aksesori seperti gantungan tas sedang populer di sekolah. Banyak teman-temannya memakai gantungan lucu berbentuk karakter kartun atau boneka mini.

Keysha mengaku lebih suka membeli langsung dibandingkan secara online.

传播你的梦想,是我的使命

精准触达,高效发声,让每一次发布都有回响,把专业的事,交给专业的人,助你专注核心,我们搞定传播。

微信扫一扫 立即联系我们